SHALAT KHUSYUK


Shalat khusyuk bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, meski pelaksanaannya tidak semudah yang diucapkan. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha sekuat tenaga memperbaiki kualitas shalat sehingga kita bisa meraih karunia Allah. Berikut beberapa persiapan sebelum shalat yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan shalat khusyuk:

  1. Persiapan fisik.

Siapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya, tidak dalam keadaan lapar dan mengantuk. Lapar dapat mengganggu konsentrasi seseorang ketika shalat. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Malik, Abu Daud, dan Tirmidzi menegaskan bahwa orang yang shalat dalam keadaan mengantuk tentu tidak menyadari apa yang dibacanya. Upayakan pula agar tidak dalam menahan kentut, kencing, ataupun buang air besar, sebagaimana dikatakan Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada shalat (khusyuk) ketika makanan terhidang dan tidak ada shalat khusyuk ketika terganggu oleh dua orang yang kotor (maksudnya menahan sesuatu yang akan keluar dari dua pembuangan tersebut).’”

  1. Persiapan akal dan qolbu.

Pelajari dan pahami bacaan-bacaan shalat dengan mentadaburinya (meresapi ke dalam hati sehingga melahirkan konsentrasi serta pemahaman yang dalam). Kekhusyukan sulit terjadi jika kita tidak memahami arti dari bacaan-bacan tersebut.

  1. Persiapan tempat.

Siapkan tempat shalat yang bersih dari kotoran-kotoran, najis, dan gambar-gambar. Upayakan pula agar tempat shalat tidak panas dan berisik sebab hal-hal seperti ini akan mempengaruhi konsentrasi kita ketika shalat. Suasana yang ramai masih bisa diatasi apabila kita melakukan shalat dengan penuh konsentasi (memusatkan perhatian semaksimal mungkin kepada bacaan shalat sehingga pengulangan bacaan tidak perlu terjadi). Selain itu, upayakan agar tidak tergesa-gesa dalam membaca bacaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Adalah Beliau (Rasulullah SAW) biasa membaca ayat-ayatNya sepenggal-sepenggal: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (berhenti), Al-hamdu lillaahi Rabbil ‘Aalamiin (berhenti), Ar-rahmaanir-rahiim (berhenti), Maaliki yaumid-diin (berhenti), dan seterusnya.” (H.R. Daru Quthni).

About these ads
  1. artikelnya ngena banget…
    terimakasih

  2. thanx akan q coba

    • sofie
    • Juli 11th, 2008

    bagus, mesti di coba ne….
    thanks

    • risma
    • September 5th, 2008

    thanx, ni yang saya cari selama q hidup

  3. artikel yang sdh lama saya cari..btw boleh gak di copy paste??

  4. Terima kasih atas info yang meraik ini.. Sudi kiranya saudara sekalian juga membaca artikel saya tentang rahasia khusyu’ dalam shalat.. Trims

    http://lee-onx.blogspot.com/2010/04/renungan-rahasia-khusyuk-dalam-shalat_23.html

    L33_0NX

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: