KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

SHALAT KHUSYUK

Shalat khusyuk bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, meski pelaksanaannya tidak semudah yang diucapkan. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha sekuat tenaga memperbaiki kualitas shalat sehingga kita bisa meraih karunia Allah. Berikut beberapa persiapan sebelum shalat yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan shalat khusyuk:

  1. Persiapan fisik.

Siapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya, tidak dalam keadaan lapar dan mengantuk. Lapar dapat mengganggu konsentrasi seseorang ketika shalat. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Malik, Abu Daud, dan Tirmidzi menegaskan bahwa orang yang shalat dalam keadaan mengantuk tentu tidak menyadari apa yang dibacanya. Upayakan pula agar tidak dalam menahan kentut, kencing, ataupun buang air besar, sebagaimana dikatakan Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada shalat (khusyuk) ketika makanan terhidang dan tidak ada shalat khusyuk ketika terganggu oleh dua orang yang kotor (maksudnya menahan sesuatu yang akan keluar dari dua pembuangan tersebut).’”

  1. Persiapan akal dan qolbu.

Pelajari dan pahami bacaan-bacaan shalat dengan mentadaburinya (meresapi ke dalam hati sehingga melahirkan konsentrasi serta pemahaman yang dalam). Kekhusyukan sulit terjadi jika kita tidak memahami arti dari bacaan-bacan tersebut.

  1. Persiapan tempat.

Siapkan tempat shalat yang bersih dari kotoran-kotoran, najis, dan gambar-gambar. Upayakan pula agar tempat shalat tidak panas dan berisik sebab hal-hal seperti ini akan mempengaruhi konsentrasi kita ketika shalat. Suasana yang ramai masih bisa diatasi apabila kita melakukan shalat dengan penuh konsentasi (memusatkan perhatian semaksimal mungkin kepada bacaan shalat sehingga pengulangan bacaan tidak perlu terjadi). Selain itu, upayakan agar tidak tergesa-gesa dalam membaca bacaan shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Adalah Beliau (Rasulullah SAW) biasa membaca ayat-ayatNya sepenggal-sepenggal: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (berhenti), Al-hamdu lillaahi Rabbil ‘Aalamiin (berhenti), Ar-rahmaanir-rahiim (berhenti), Maaliki yaumid-diin (berhenti), dan seterusnya.” (H.R. Daru Quthni).

Filed under: Tips dan Trik

5 Responses

  1. aisyah mengatakan:

    artikelnya ngena banget…
    terimakasih

  2. aisha mengatakan:

    thanx akan q coba

  3. sofie mengatakan:

    bagus, mesti di coba ne….
    thanks

  4. risma mengatakan:

    thanx, ni yang saya cari selama q hidup

  5. nia mengatakan:

    artikel yang sdh lama saya cari..btw boleh gak di copy paste??

Leave a Reply

Post calendar

Juni 2007
M S S R K J S
    Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

SocialVibe


Dzikrullah

Asmaul Husna

KITa

kita-call-indonesia.gif

Daftar TC yuk…

daftar-tc.gif

Komunitas KITa

klik disini untuk gabung ke tahajud_call
Klik gambar untuk gabung ke milis TC

Gabung juga di forum KITa Call Indonesia dengan mengklik Forum