Kerudung Wanita (Jilbab), Perintah ALLAH yang Sudah Dilupakan Umat Islam


Ada satu peribahasa pendek, sederhana, tetapi dalam artinya, yang berbunyi sebagai berikut: “Tak Kenal Maka Tak Sayang” Sesuai dengan peribahasa diatas, ada satu perintah Allah yang penting yang hampir tak dikenal atau dianggap enteng oleh umat Islam, yaitu keharusan wanita memakai kerudung kepala.
Keharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31 yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sebagai berikut. : “Katakanlah kepada wanita yang beriman… … … . . Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya”… … . .

Dan seperti yang tercantum dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya sebagai berikut. : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan isteri-isteri orang mu’min, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat. Allah pengampun lagi pengasih”.
Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An Nur yaitu : “Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada rasul dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya”.

Dari bunyi ayat diatas jelaslah wanita yang tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah.

Perintah Allah diatas ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad S.A.W. dalam hadist beliau yang artinya : “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah cukup umur, tidak boleh dilihat seluruh anggota tubuhnya, kecuali ini dan ini, sambil rasulullah menunjuk muka dan kedua tapak tangannya”.

Sekarang kalau kita keliling diseluruh Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei, sedikit sekali kaum wanita Islam yang memakai kerudung kepala, umumnya hanya anak-anak gadis pesantren. Jumlah kaum wanita yang memakai kerudung kepala bisa dihitung dengan jari, tidak ada artinya dari jumlah penduduk Islam yang lebih kurang 180 juta.

Kalau begitu gambarannya, banyak sekali kaum wanita yang masuk neraka, cocok sekali dengan bunyi hadits dibawah ini, yang artinya sebagai berikut. : “Saya berdiri dimuka pintu soranga, tiba-tiba umumnya yang masuk ke soranga orang-orang miskin, sedangkan orang yang kaya-kaya masih tertahan, hanya saja bahagian mereka telah diperintahkan masuk neraka, dan aku berdiri di pintu neraka maka kebanyakan yang masuk neraka wanita.

Banyak kaum wanita yang masuk neraka, semata-mata karena didalam hidupnya tak mau memakai kerudung kepala atau Jilbab, didalam neraka akan mendapat siksaan yang berat sekali sebagai mana diceritakan Nabi Muhammad dalam hadits beliau yang artinya sebagai berikut. ; “Wanita yang akan digantung dengan rambutnya, sampai mendidih otak dikepalanya didalam neraka, ialah wanita-wanita yang memperlihatkan rambutnya kepada laki-laki yang bukan muhrimnya” Hadits diatas adalah bahagian akhir dari hadits nabi Muhammad yang cukup panjang, yang menceritakan berbagai macam siksa neraka yang diperlihatkan Allah waktu beliau pergi mikraj. Waktu beliau menceritakan nasib kaum wanita yang berat siksanya didalam neraka karena tak mau memakai kerudung kepala atau jilbab didalam hidupnya, beliau meneteskan air mata.

Begitulah Nabi Muhammad S.A.W. menangisi nasib kaum wanita dari ummatnya nanti di akherat, tetapi sekarang kalau kaum wanita Islam disuruh memakai kerudung kepala, banyak alasannya ada yang mengatakan fanatika agama, sudah kuno tidak cocok dengan zaman, panas dan lain sebagainya. Sikap kaum wanita di zaman sekarang sungguh bertolak belakang dengan sikap kaum wanita di zaman dahulu diwaktu ayat kerudung kepala itu turun, sebagaimana diceritakan oleh Aisyah, istri Nabi Muhammad S.A.W. berikut ini : “telah berkata Aisyah : Mudah-mudahan Allah memberi rahmat atas perempuan-perempuan Muhajirat yang dahulu. Diwaktu Allah menurunkan ayat kerudung itu, mereka koyak kain-kain berlukis mereka yang belum dijahit, lalu mreka jadikan kerudung”.

Sikap wanita Islam di Medinah pada waktu turunnya ayat kerudung itu, betul-betul cocok dengan seorang pribadi beriman, sebagai yang digambarkan Allah didalam Al Qur’an, yaitu jika mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, mereka lalu berkata :”Kami mendengar dan kami patuh”.

Tetapi sekarang sikap sebagian wanita Islam, jika dibacakan ayat mengenai keharusan memamakai Jilbab, mereka berkata :”Kami mendengar tetapi kami ingkar. ” Kalau begitu sikap kaum wanita Islam terhadap ayat Jilbab ini, betul tidak cocok dengan pengakuannya kepada Allah didalam shalat yang berbunyi sebagai berikut:
“La syarikallahu wabidzalika ummirtu wa anna minal muslimin. ” Yang artinya “Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah”

Seorang wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk dan patuh kepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam hidupnya, yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh anggota tubuhnya, berlengan panjang sampai pergelangan tangannya dan memakai rok yang menutup sampai mata kakinya. Kalau mereka tidak berpakaian seperti diatas, mereka bukan disebut wanita muslimah. Jadi pengakuannya didalam shalat yang berbunyi :”Aku mengaku seorang muslimah” adalah kosong, dusta kepada Allah.

Seseorang yang bersumpah palsu saja dimuka pengadilan adalah berat hukumannya, apalagi seseorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat hukumannya didalam neraka, yaitu sampai digantung dengan rambutnya hingga mendidih otaknya.

Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya :”… . . Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan diakhirat dia termasuk orang-orang yang merugi

Rizki Febriansyah arbz_1990@yahoo.co.id

About these ads
    • nandri
    • Desember 4th, 2007

    aSsaLamuaLaikum
    Banyak akhwat Yang BeRkeRuDung taPi haKikaTnya Masih tEtep Mengumbar auraT….
    Banyak yang Meng9unaKAn TutUp kepaLa taPi Hanya Sekedar manutupi kekurangan,tidak kalah banyak juga yang menganggap hukum menutup aurat itu hanya sekedar angin lalu.
    hanya Allah yang Maha Tahu segala niat manusia,sedang manusia hanya bisa berikhtiar untuk mencapai indah CintaNYa,Patuhi segala perintah Allah,hiasi diri dengan taqwa,maka niatkan dalam diri,luruskan niat bahwa kita menutup aurat hanya untk menggapai ridhoNya.
    Pegang teguh syariat Islam,Cintai amal yang berdasar pada al-qur’an dan al-hadist jangan tergiur olh kenikmatan yang sekejap namun membawa sengsara selamanya.

  1. Alangkah indahnya jika para wanita muslimah menghiasi dirinya dengan hijab dan Rasa malu…

    Mari berdo’a bersama agar kesadaran ini segera tumbuh kembang dengan jalan saling mengingatkan satu sama lain..

    Wallahu a’lam

  2. semoga allah menganugrahkan hidayah pada orang yang belum mendapatkannya dan meneguhkan yang telah mendapatkannya.amin

    • surya
    • Desember 8th, 2007

    semoga kaum wanita yang belum memakai kerudang
    berubah untuk memakai kerudung karena wanita memakai kerudung indah di lihat allah

    • Mugiono
    • Januari 9th, 2008

    Kerudung , jilbab merupakan hijab antara rijal and nisa. sehingga bukan untuk muslimah saja tetapi juga buat non muslimah harus menggunakan, seperti di negara islam semua wanita harus menggunakan tanpa terkecuali baik non muslim, yang melanggar dihukum secara tegas.

    Islam melindungi, dan menghormati serta meninggikan derajat wanita. Pakailah jilbab.

  3. Ass…..
    lupa… sebenarnya tidak di lupakan cuma di tinggalkan & disalahkan artikan……
    Apakah Krudung itu Cuma Simbollllllllll..?

    klo kita berbicara simbol & krudung…

    Kata jilbab (bahasa arab: جلباب ) di Indonesia merujuk pada jenis pakaian berupa penutup kepala dari helaian kain, atau sering juga disebut dengan kerudung . Pengertian ini sebenarnya salah kaprah dan hanya berlaku di Indonesia. Di negeri Islam lainnya , jilbab lebih merujuk pada pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan ajaran Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al Qur’an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31 : “Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya.”

    Berjilbab yang benar

    Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.

    Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur [24]: 31). Pendapat ini dianut juga oleh Qardhawi sebagaimana dicantumkan pada kumpulan fatwa kontemporernya

    krudung itu merupakan kewajiban bukan simbol… tetapi kita sebagai ummat muslim terutama muslimah menampilkan krudung itu hanya sekedar simbol.

    klo dari 10 wanita muslimah yang memakai krudung setengahnya.. maka orng melihatnya bahwa itu bukan kewajiban… klo kewajiban pasti semuanya memakai krudung..
    apa yang salh dari kita… kita yang mengakibatkan krudung itu menjadi simbol..
    para alim ulama salin lontar san lontar sini fatwa tetapi tidak dapat di realisasikan.. hanya sekedar fatwa ( himbauan) bukan hukum…
    sapa yang salah…..

    banyak yang terlalu mempermasalahkan pengertian kreudung dan asal mula kerudung dari asing…
    yang jadi masalh kenapa orng menyimbolkan krudung atawa jilbab.

    kita sendiri menciptakan krudung itu menjadi simbol…
    sata tak terlalu mempermasalahkan wanita yang memakai krudung nakal atawa apa aja… malah aq memberi Aplause kepada dia.. karena tahu bahwa itu kewajiban..

    membahas hal yang wajib itu di perintahkan.. para alim ulama sibuk membahas tentang ini tapi tak ada hasil cuma hanya sekedar himbauan yang terlihat hanya sunnah..
    klo memang wajib jadikan wajib. klo perintah jadikan itu perintah… buatlah hukum allah menjadi nyata…
    cuma sama di telinga orng yang tahu yang yang awang tentang agama hanya asik dengan kegiatanya tanpa memakai krudung …

    Hitam = Hitam , Putih = putih, jangan putih menjadi hitam atawa putih menjadi abu2

    Wass

  4. saya suka sekali wanita berjiblab, karena saya ingin sekali memiliki kekasih seorang wanita muslimah tapi gak bisa2

    • Zaen
    • Agustus 25th, 2008

    Smoga jilbab menjadi pilihan bg wanita2 yg cerdas…wassalam

    • asep muhtar
    • September 22nd, 2008

    assalamu’alaikum ww.wb.
    terlepas dari istilah kerudung, jilbab, cadar, dan yang lainnya, kewajiban umat Allah Swt. (Islam) yaitu menaati perintah-Nya. Menutup aurat merupakan salah satu perintah-Nya. Memakai busana–dari atas sampai ke bawah–harus mengikuti ajaran-Nya. Jika tidak menuruti, apalagi sampai menentang-Nya, dengan beragam alasan, bersiap-siaplah untuk menerima ‘adzab-Nya, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sadarlah wahai umat Islam dimana pun Anda berada. Salam damai…..

    • luthfiya
    • Oktober 10th, 2008

    baguus banget

    • yulia
    • Oktober 13th, 2008

    ih serem bgd ya..
    masak kalo gak make kerudunk nanti pahalanya ilang semua ???

    satu hal yang saya herankan..

    kenapa agama ini jadi terkesan menyeramkan ?

    • sami’na wa ato’na….saya mendebgar saya patuhi…gak usah banyak protes.Allah gak butuh protes kita….jalani z semoga Allah merahmati anda.

        • umi
        • Maret 17th, 2012

        @Yulia
        saya tidak percaya kalau tidak pakai jilbab pahala hilang semua..Lakukan rukun islam dengan baik(ex sholat)..maka kunci syurga akan kita dapat..soal jilbab..kalau sy pribadi,sy memakai jilbab karena sy merasa nyaman,merasa terhormat,dan tidak ada yang melihat lekuk tubuh sy..
        @abu shava
        mari mengajak saudara2 kita kejalan yang baik dengan kelembutan..apalagi orang2 yang awam dengan islam..belajar itu ada prosesnya..bagaimana orang ingin menjalankan perintah agama,kl dia takut dan akhirnya tidak suka dengan agama itu

      • MEMORI
      • September 17th, 2009

      afwan,,klo antum ngrasa agama islam menyeramkan,,yaa mndingan antum jgan pilih islam…

      • asty
      • Desember 9th, 2010

      cpa bilang ISLAM menyeramkan,,,,,,?hanya orang2 yang tak taat aturan Allah sja yang tkt dg Aturan Nya,,,,,!ISLAM itu Indah seindah cayaha mentari diufuk tmur…..!

      • awan bin soleh
      • April 19th, 2012

      bukankah lebih menyeramkan jika kamu ketemu laki2 (saat tdk berjilbab) dan terpancing u/ berbuat buruk? jilbab bukan hanya penutup aurat tp jg penutup niat2 buruk. seluruh bagian wanita = aurat, sebaiknya tidak di umbar.. tp dijaga.

      • maya whitfield
      • Agustus 29th, 2012

      @yulia
      Islam hanya keras pada kekafiran, kekufuran, kemudharatan dan keingkaran. Memakai jilbab hukumnya wajib karena mrpkn perintah Allah. Tidak melaksanakan syariat Islam berarti bukanlah seorang muslim. Kalau anda seorang muslim tidak akan berbicara seperti itu karena itu menandakan anda tidak memahami agama Islam.

  5. @Yulia :) ngga gituh juga sih diartiinnya. Cuma memang berjilbab bagi seorang muslim itu sama kedudukannya dengan shalat dan kewajiban seorang muslim lainnya. Hilangnya pahala wallâhu a’lam, tapi bertambahnya dosa memungkinkan, karena melalaikan kewajiban sebagai seorang muslimah.
    Wallâhu a’lam bishshawwâb.

    • uut
    • Januari 9th, 2009

    bagaimana jika seorang perempuan memakai kerudung hanya pada waktu tertentu, misallkan saat kuliah saja, saat dia keluar (bukan kuliah), dia tidak memakai kerudung, bagaimana hukumnya?

    =====
    Mengenai hal ini, sebenarnya masih menjadi tanda tanya. Hanya saja hal seperti itu banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang dapat kita lakukan adalah terus berdoa semoga Allah memberi hidayah agar mau menutup aurat secara sempurna dan kontinyu (istiqamah). Wallahu a’lam

    • dwi
    • Februari 6th, 2009

    saya kadang terasa malu sendiri kalau mengingat pernyataan saya. kalau seorang muslimah itu berkerudung hanya waktu dia siap utk mengenakan nya,
    tp alhamdulilah skrang saya bisa merubah smua pikiran itu,
    semoga smua muslimah sadar bahwa berkerudung itu adalah kewajiban,
    amien……..

  6. Saya tertarik dgn artikel ini karena Pas dan tepat dgn keada

  7. Artikel ini tepat sekali dengan keadaan muslimah saat ini. Banyak alasan dilontarkan untuk menentang perintah menutup kepala bagi wanita muslim.Firman ALLAH:”LAAIKROHA FIDDIN” artinya “tdk ada paksaan dlm beragama islam” maksud dlm ayat ini islam tdk memaksa seseorang memeluk agama islam tp kalau seseorang yg telah mengakui sbg muslim harus melaksanakan ajaran agama secara wajib. Spt kl qt sekolah,qt hrs mengikuti peraturan sekolah hrs berberseragam,dll. Bagaimana anda mengakui muslimah tetapi tidak mau menjalankan syariat islam? g ada yg sulit jika anda mengerti tujuan perintah ini. Smg ALLAH MBERI HIDAYAH kpd qt semua.

    • Vie
    • Februari 19th, 2009

    Bagaimana cara seorang muslimah yg baru memakai krudung agr tetap istiqomah? Krna trkadang bnyk cobaan dan godaan yg mnimbulkan niat untuk mmbuka lg krudungny?

    =====
    Perkuat azzam dan cari teman-teman yang senanatiasa mendukung dan saling mengingatkan. Semakin dekat dengan Allah adalah mutlak. Perkuat doa dan tahajud, insya Allah.

    • reny
    • Maret 3rd, 2009

    semoga Allah tetap mencurahkan hidayahNya kepada kita semua dan semoga aku tetap pada jilbabku

    =====
    Amin..

    • poppy
    • Mei 13th, 2009

    saya saat ini bimbang sekali…saya ingin sekali memakai jilbab..bahkan seringkali saya memakainya sewaktu bepergian…tapi nampaknya suami kurang menyukai penampilan baru saya..tampaknya dia lebih suka melihat saya dengan rambut berwana,cat kuku dan itu tampak sekali!!
    Yang jelas..setiap saya memakai jilbab,dia cuek bgt!agak sinis!padahal shalatnya ok lho!aneh kan?

    • Untuk wanita-wanita yg belum berjilbab,segerah gunakan jilbab yang syar’i..dan yang enggan berjilbab jangan anda melecehkan perintah Allah ini…hati-hati dengan ucapan kita yg menjerumuskan
      kita ke dalam keluarnya kita dari ISLAM.

  8. beri pengertian dengan lemah lembut sopan dan ilmu,semoga suami anda menjadi lembut dan menerima ketentuan Allah ini dengan ikhlas.

  9. Ijin copy paste yah

    • aazis
    • Juli 11th, 2009

    kecantikan seorang wanita tercermin dalam hal memakai kerudung yang merupakan mahkota bagi auratnya….

    • shodik salafi
    • Juli 12th, 2009

    Allah maha besar, maha tahu, maha bijaksana. Allah mengetahui apa yang terbaik untuk Hamba-Nya,….

    Bukankah hijab gunanya sangat baik? Melindungi wanita, meninggikan derajat kemuliaannya, menamai mereka sebagai wanita yang baik-baik, menghindari fitnah, menghindari zinah, melindungi dari sengatan matahari, anggun, berpahala…

    Allah maha tahu, sedangkan Manusia tahu apa?

    • rahmanti
    • September 28th, 2009

    duuuuuhhh harus pakai rok panjang yaa…aku kalau jalan2 pkai celana jeans, boleh ga pake celana?

      • Tahajud Call
      • Oktober 13th, 2009

      sebenarnya boleh-boleh saja selama tidak membentuk lekukan tubuh secara berlebihan.. hanya lebih baik jika menutup aurat dengan sempurna..

  10. Pemakaian kerundung hendaknya dikembalikan pada makna yang terkandung dalam ayat-ayat yang ada di Alqur’an sesuai yang tertulis dalam tulisan ini.

    Yaitu berfungsi untuk menghindari para wanita dari kejahatan yang dilakukan oleh orang yang ‘tergoda’ karena melihat bagian-bagian tertentu dari wanita tersebut. Dan menurut penafsiran saya yang bosoh, dalam ayat-ayat tersebut digunakan kata ‘hendaknya’ yang berarti anjuran dan bukan sebuah kewajiban yang mutlak.

    Yang kedua, kita tidak bisa mengait-ngaitkan pemakaian jilbab dengan ancaman-ancaman yang berhubungan dengan dosa apalagi dosa besar sampai menyebutkan hilang semua pahalanya, dan mengaitkan dengan ayat yang sama sekali tidak berhubungan dengan anjuran mengenakan jilbab.

    Kita perlu ingat, bahwa Islam membawa nilai pendidikan yang baik dalam hidup di dunia ini. Dan nilai pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dilakukan dengan memberikan kesadaran, bukannya memberikan ancaman-ancaman. :)

    Coba anda bayangkan, kalau saya bermaksud memberikan sebuah pendidikan kepada anda, dengan cara saya memberitahu pada anda bahwa “Penafsiran ayat Qur’an dengan ijtihad sendiri dan tanpa didasari hukum-hukum yang mendukung seperti hadist yg sahih adalah perbuatan bid’ah. Dan hukuman bagi orang yang melakukan bid’ah adalah neraka jahanam!”

    Apa yang ada rasakan ketika menerima pendidikan yg mengancam seperti itu? Apakah anda akan menghapus tulisan ini, atau malah anda akan merasa kesal dengan saya dan bilang bahwa saya mengada-ngada, atau bahkan Islam saya sesat?

    JAwaban anda tersebut, sama halnya dengan orang-orang ketika kita memberitahukan tentang pendidikan Islam dengan kesan yang mengancam. :)

  11. hilman..yang anda permasalahkan hukumnya atau gaya penulisanya ?.

    kalau soal gaya penulisan yang dihubungkan dengan gaya pendidikan dengan ancaman, bukankah dalam Quran Allah juga sering mengancam dengan neraka ???

    kalau yang dipermasalahkan adalah hukum jilbabnya..silahkan anda berargument dengan argument yang RAJIH bukan hanya dengan logika. DENGAN TAFSIR yang ada rujukan. yang MEMILIKI metode. Kita tahu ada berbagai metode tafsir. ada Tafsir ayat dengan ayat atau tafsir ayat dengan hadist ..dan tidak ada tafsir dengan perasaan….

      • ANONYMOUS SUBMITTER
      • September 27th, 2011

      semoga dengkulmu bertambah ilmunya, supaya bisa berargumentasi dengan baik.

    • widi
    • November 17th, 2009

    saya seorang ibu rumah tangga, ingin bertanya apakah kewajiban menutup aurat itu wajib dijalankan selama 24 jam / selama tidak ada laki-laki lain selain suami dan anak laki-laki saya atau saudara laki-laki saya di rumah?

    • nings
    • Desember 17th, 2009

    setiap wanita punya alasan sndri knpa belum bs berjilbab.. yg pntg tidak meninggalkan shalat dan tidak berbuat jahat…tp pd suatu saat harus berjilbab,hanya menunggu waktu… smoga tidak terlambat saat hidayah berjilbab datang, amien

    • Difa
    • Februari 4th, 2010

    Assalamualaikum..
    Saya ingin sharing sesuatu.
    apakah wanita berjilbab itu harus sempurna amalan agamanya?
    Sejujurnya saya ingin mengenakan jilbab, tetapi ibu saya melarangnya, karena menurut beliau saya belum terlalu religius.
    Saya ingin menutup aurat saya dengan restu orang tua, apalagi ibu..bagaimana kiranya solusi yang dapat diberikan?
    Terimakasih
    Wassalamualaikum

      • echy
      • April 30th, 2010

      saya ingin berbagi pengalaman sedikit..
      awalnya saya juga merasa buat apa berjilbab kalau hati tidak dibenahi terlebih dahulu?
      sehingga saya berkesimpulan lebih baik menjilbabkan hati terlebih dahulu barulah penampilan.
      tapi alhamdulillah saya mendapat hidayah dan sekarang menggenakan jilbab,saat ini justru pernyataan itu ingin saya perbaiki,ternyata dengan menggunakan jilbab percaya atau tidak dengan sendirinya akan mengontrol perilaku kita.
      segala sesuatunya menjadi lebih baik.
      semoga saya,anda, dan semua wanita muslim bisa menjilbabkan hati dan dirinya dengan baik.
      amin.

    • dea desnita
    • April 19th, 2010

    ih,, jadi takut biz baca ni yng tadiny g pake krudung jadi pengen pake kerudung pngen nutup aurat supaya g d laknant sm allah ,,,,

    jd pengen berubah jd wanita yng solehah supya d akhirat nya g nyesel !!!!

  12. Assalamu alaikum wr.wb..

    Saya, masih berusia 15 tahun dan saya akan duduk di bangku SMA. Setelah 9 tahun kemarin saya duduk di bangku perguruan Muhammadiyah, akhirnya pada tahun ini saya masuk ke sekolah negeri, yang dimana mayoritas Islam tidak sebanyak dulu lagi. Saya sempat tergoda sama sahabat saya, untuk tidak berjilbab saat SMA. Tapi entah mengapa, hati saya berkata untuk berjilbab saja. Ketika saya ceritakan hal ini kepada sahabat saya itu, dia seperti marah kepada saya dan bahkan tak mau lagi bertemu bahkan membantu saya mengajar ekskul di SMP lagi. Saya ingin memakai jilbab pun karena saya ingin menjadi wanita muslimah, saya juga malu untuk membukanya apalagi kedua orang tua saya sudah berhaji. Saya ingin berjilbab seperti mama saya. Namun saya seperti dibawa dilema. Saya juga sudah dikasih tau mama saya tentang hukum berjilbab. Adakah saran terbaik untuk saya? Mohon bantuannya. Terima kasih banyak

    Wassalamu alaikum wr.wb..

    • Wa’alaikum salaam wr wb.
      Kuatkan hati Anda. Niatkan dalam hati ini untuk memenuhi perintah Allah. Tidak akan mudah, tapi yakinlah Allah pasti menolong. Sekarang di SMA negeri banyak kok yang berjilbab. Jadi ga usah khawatir.
      Semoga Allah memberi kekuatan pada kita untuk istoqamah berjilbab. Amin.

    • winarni
    • Juni 8th, 2010

    dulu mama agak melarang waktu bilang mau pake jilbab takutnya cuma ikut-ikutan tapi aku tetep bilang mau pake karna dah niat sekarang adek juga mau pake jilbab moga aja para wanita yang masih beranggapan buat jilbabin hati dulu jadi sadar pentingnya berjilbab dech…..

  13. Assalamualaikum Wr. Wb,

    terimakasih untuk artikel diatas..saya menjadi yakin dan berusaha menjadi wanita muslimah yang lebih dan lebih baik untuk menggapai ridhoNYA…
    memakai kerudung adalah kewajiban muslim tetapi saya mohon ampun sama Allah karena baru usia 24th baru memakai jilbab. semoga Allah mengampuniku..
    Memakai jilbab sangat nyaman,,nyaman sekali,,baik menghindari kejahatan ataupun tanggapan sesama ke kita. oleh karena itu selain memperbaiki diri dengan memakai jilbab yang benar,,tata hati untuk menjadi diri yang baik sesuai dengan ajaran syariat islam.
    semoga kita wanita2 Indonesia menjadi wanita yang muslimah dan solekhah..amien Ya robal alamin..
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Regards
    Liesty

    • inka
    • Juli 22nd, 2010

    sy sgt bimbang dlm memakai jilbab,sy tgl d daerah yg mayoritas beragama non muslim,mereka sepertiny menilai bahwa agama islam adlah agama teroris dan bnyk dr mreka yg sedikit sentimen n mengucilkan kaum minoritas..sy ingin mengenakan jilbab tp sy tkut jika ad dosen yg sentimen dan akn mempengaruhi nlai sy,sy jg tkut dkucilkan oleh org2 dskitar sy..mhon masukan ny

    • duta aqsha
    • Agustus 5th, 2010

    Ass.Wr.Wb,
    Teman skalian, usia sy 19th tapi baru skrg ini niat & semangat saya sgt tinggi utk brjilbab.
    Di kantor saya mayoritas non muslim & smpat ada rumor kalau mau mngenakan krudung harus izin dulu ke bos besar sya yg org asing.
    Sya sdh memperkirakan bgmana respon2 yg trjadi disekitar sya nanti ktika sya sdh brjilbab.
    Insyallah mudah2an Allah memberikan sya ketegaran & kekuatan iman.
    Amin ya rabbal alamin.

    • agung
    • Agustus 14th, 2010

    saya kira sehubungan dengan trend jilbab sekarang ini justru selera laki-laki mulai bergeser dan lebih terangsang dengan penampilan perempuan berjilbab. Buktikan saja di situs-situs porno lebih banyak permintaan penampilan berjilbab yang memang lebih seksi daripada yang tidak mengenakannya.

    • adhyduta
    • Agustus 17th, 2010

    berkerudung belum tentu berjilbab, jika berjilbab pastinya berkerudung…jgan lupa selain jasad hatinya juga harus berjilbab…

    • neng lara
    • Oktober 25th, 2010

    Seorang muslimah akan tetap muslimah selama ia menjalankan syari’at agama dengan baik dan benar, namun jilbab memang merupakan salah satu identitas umat muslim. namun belum pernah saya temukan aya yang menyatakan hapus seluruh amal ibadah seorang muslimah apabila tidak memakai jilbab. mohon ditelaah kembali tulisan ini jangan samapai menyesatkan bagi kaum awam yang baru belajar dalam memahami islam

    • maisyaroh
    • November 18th, 2010

    assalamualaikum

    saya brusia 21th,, alhamdulilah stellah mmbaca artikel ini keinginan saya untuk mengenakan jilbab jd smakin kuat,,

    tapi saya ingin bertanya kalau pekerjaan saya mengharuskan untuk tidak berjilbab bagaimana?
    bolehkah saya tidak memakai jilbab pd saat bkrja tp selebihnya saya tetap mengenakan jilbab?

    • Melan
    • November 30th, 2010

    asslkm. . .
    Saya ingin segere mengenakan jilbab apalg ktika bnyak membaca artikel2 yg brhbungan dgn pntingny bagi seorg muslimah untk mgenakan jilbab,semuany mnta doa ya

  14. cewek jibab mau knlkan ama cowok palembag? ini no hp 085758203439 dan 085366365221

    • theresia veronica
    • Februari 26th, 2011

    aku,baru mengerti setelah membaca ini …..terimakasih…untk semuanya

    • dwi
    • Maret 22nd, 2011

    asalamualaikum….
    mohon tanya…adakah orang tua juga ikut berdoa jika tidak menyuruh anak perempuanya untuk berjilbab??

    saya sampai menangis ketika membaca artikel ini..keraguan keraguan saya saat memutuskan akan berjilbab kini benar benar hilang…

    • dwi
    • Maret 22nd, 2011

    dwi :
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.
    asalamualaikum….
    mohon tanya…adakah orang tua juga ikut berdosa jika tidak menyuruh anak perempuanya untuk berjilbab??
    saya sampai menangis ketika membaca artikel ini..keraguan keraguan saya saat memutuskan akan berjilbab kini benar benar hilang…

  15. wanita hrus memakai jilbab krna 1 helai rmbut dosa nya sdh bnyk

    • Lilis setiawati
    • Maret 25th, 2011

    ini merupakan perintah dari Allah SWT bagi umatnya.Sesungguhnya Allah mengetahui apa” yang terbaik bagi umatnya.Apa yang tidak disukai mereka justru merupakan kebaikan baginya namun yang ia sukai sesungguhnya yang mencelakakannya.

    uut :
    bagaimana jika seorang perempuan memakai kerudung hanya pada waktu tertentu, misallkan saat kuliah saja, saat dia keluar (bukan kuliah), dia tidak memakai kerudung, bagaimana hukumnya?
    =====
    Mengenai hal ini, sebenarnya masih menjadi tanda tanya. Hanya saja hal seperti itu banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang dapat kita lakukan adalah terus berdoa semoga Allah memberi hidayah agar mau menutup aurat secara sempurna dan kontinyu (istiqamah). Wallahu a’lam

    • nely
    • April 1st, 2011

    saya ingin mmakai jilbab tapi…knp ht sya ini rgu…
    pdhl sya ingin bgt makai krudung,………..

  16. kita hanya bisa mendoakan, anak muslimahyang baik adalah memakai jilbab

  17. mudah mudahan selalu dibukakan pintu maaf buat orang orang yang belum melaksanakan kewajibannya…

    Baju Bali Murah

    • dhany knowles
    • April 19th, 2011

    Tuhan akan membalas semua niat baik kita

  18. wiiii jadi pengen pakai jilbab

    • Ary
    • Mei 3rd, 2011

    Alhamdulillah bnyk prnyataan yg bnar.
    Islam=Tunduk Patuh.
    Iman=Memberi keamanan.
    Ihsan=Plig Baik.
    Algkah indhny jika k.3 i2 dpt drealisasikan dlm khdupan. & khancuran umat” trdhulu krn bnyakny yg suka debat & protes. Olh krn i2 marilah qta brsma” brdoa mminta HIDAYAH & jgn slig mnyalakan.

  19. semoga kita sebagai perempuan termasuk orang yang solehah tidak hanya jilbab saja hati kita juga harus kita isi dengan keimanan…

  20. di jakarta banyak mengajarkan tentang shalat…

    tetapi wanita tidak pernah di ajarkan untuk menutup aurat’a

    • NchiitElfishy
    • November 30th, 2011

    Minta doa nya supaya sya segera memantapkan ht memakai jilbab..
    Hati saya skrg bergejolak antara mulai memakai jilbab dan menunda sebentar lagii….
    Mohon doanya supaya tdk terlambat memakai jilbab..
    Amiin…

  21. jilbab itu wajib bagi wanita.. janganlah pernah bilang baru memakai jilbab kalo hati yg bilang dah mau pakai jilbab

    • zuldjidan
    • Februari 12th, 2012

    sungguh prihatin sekali aku, di jaman sekarang,
    kemanapun ku melihat banyak jiwa yg tersesat

    • abi thoni
    • Februari 13th, 2012

    mau tanya : banyak sekali sekarang wanita nggak paka kerudung / jlbab. siapa yang bertanggung jawab terhadap mereka ? suaminya, ulama, ustadz atau saipa ?
    Contoh : Pak SBY yang ngakunya keluarga pondok, tapi isterinya nggak mau pakai jilbab, yag berdosa bu Ani sendiri, termasuk pak SBY, atau ulama2 / ustadz2 yang punya akses ke beliau ?
    Apakah wanita muslimah yang nggak pake jilbab bisa dibilang munafiq ?
    jazaakumulloh …

    • WINARNO
    • Februari 20th, 2012

    knapa sikarang banyak wanita yang tidak menutup aurat tp hanya sekedar membungkusnya

  22. Wow ! Bagus sekali tulisannya.. Saya minta izin untuk share ya.. Teman temanku hanya memakai jilbab saat pelajaran PAI saja, setelah itu dilepas lagi.. Thanks, =)

  23. Wow.. Tulisan yang bagus, makasih info.nya.. Izin menshare ya,

    • maya savana
    • April 18th, 2012

    artikel ini sangat bagus, tapi apakah hanya sebatas itu memaknai ayat tersebut, soalnya sekarang ini banyak sekali wanita – wanita yang memakai jilbab hanya untuk menutup kebobrikannya atau mengikuti tren saja, sebenarnya apa manfaat secara rohani dari berkerudung itu.

  24. jilbab adalah khiasan yang termulia bagi para muslimah

  25. salam … jilbab sekarang sudah jadi komoditas korporat, sehingga banyak update model yang pada prinsipnya tidak sesuai dengan tuntunan, walaupun memang menutupu bagian kepala…

    semoga urusan ini kembali jernih dan muslimah bisa makin indah dengan jilbab.

  26. Indahnya muslimah berjilbab.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: