Rabu, 27 Agustus, 2008 • 14:50:22
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabat-sahabat, untuk kedua kalinya TC Badung Raya yang merupakan gabungan dari TC Bandung Selatan, Bandung Utara, Bandung Tengah, Bandung Timur, Bandung Barat dan Cimahi kembali mengadakan silaturahmi bersama pada:
Hari / Tanggal : Ahad, 31 Agustus 2008
Jam : 12:30 s.d. Selesai
Tempat : Mesjid Raya Provinsi Jabar (Masjid Agung Bandung)
Alun-Alun Bandung
Pemateri : Ust. Budi Prayitno
Materi : Agar Puasa Ramadhan Kira Diterima Allah SWT.
Kami tunggu kehadirannya ya.
Wassalam Wr. Wb.
Filed under: Agenda KITA
Berikut ini artikel lama menjelang Ramadhan semoga kita semakin bersiap menghadapi bulan suci ini.
Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan
Oleh Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, MAوَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ
“Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” (QS Az-Zukhruf [43]: 44).
Ketika Allah Swt.. menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta; ketika Allah Swt. menghendaki umat Islam menjadi umat terbaik; ketika Allah Swt. menghendaki agar umat Islam mampu memikul amanah untuk memimpin dunia ini; ketika Allah menghendaki agar umat Islam menjadi saksi bagi seluruh umat manusia, maka ketika itulah Allah Swt. mempersiapkan umat Islam sedemikian rupa, agar umat Islam ini layak menjadi umat yang terbaik. Di antara sarananya adalah dengan pembentukan manusia yang bertaqwa. Read the rest of this entry »
Filed under: Hikmah, Ibadah
Senin, 25 Agustus, 2008 • 11:33:33
Bahasan ini mengenai kata berikutnya dalam QS 17:1, melanjutkan bahasan sebelumnya.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Isra’ Mi’raj dilakukan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى. Ada dua makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut, yakni yang tersirat dan tersurat. Makna tersiratnya tentu mengenai tempat terjadinya Isra’ Mi’raj itu, yakni Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Lalu kenapa ALLAH memilih kedua tempat itu? Jawabannya ada dalam Hadits Rasulullaah saw ['afwan, sy lupa nyatet sanad dan perawinya] yang artinya, “Sebaik-baik tempat ziarah adalah Masjidil Haraam, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha”. “Barangsiapa yang shalat 1 rakaat di Mesjidil Haram, pahalanya sesuai dengan 100.000 rakaat shalat di mesjid lain. Barangsiapa yang shalat 1 rakaat di Mesjid Nabawi, pahalanya sesuai dengan 1.000 rakaat shalat di mesjid lain. Barangsiapa yang shalat 1 rakaat di Mesjidil Aqsha, pahalanya sesuai dengan 100 rakaat shalat di mesjid lain.”
Sedangkan makna tersiratnya adalah, bahwa Mesjidil Haram melambangkan kesucian dan Mesjidil Aqsha melambangkan kebebasan, kemerdekaan. Jadi makna Isra’ Mi’raj secara tersirat adalah menggapai kesucian untuk kemerdekaan diri.
Suci dari apa? Sucikan dari TBC, Takhayul, Bid’ah dan Churafat. Read the rest of this entry »
Filed under: Hikmah, Renungan
Materi ini disampaikan oleh Ustadz Reza M Syarief dalam acara “Soft Launching Manajemen Nubuwwah” pada hari Sabtu, 14 Sya’ban 1429, 16 Agustus 2008. Sebuah bahasan yang sebenarnya “tidak disengaja”, tapi ALLAH mengatur segalanya begitu indah sehingga muncullah kesimpulan seperti judul tulisan ini.
Hmm, sekilas dulu deh tentang manajemen an-nubuwwah ini. Alhamdulillaah, ustadz Reza M. Syarief menyediakan waktunya untuk Tahajud Call setiap 2 pekan sekali untuk memberikan materi Manajemen Nubuwwah ini yang meliputi materi Shakhsiyyah annubuwwah, al-usroh annubuwwah, muamalah annubuwwah dan hayatunnubuwwah. Masing-masing materi secara kurikulum akan selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Info selengkapnya, insyaALLAH akan ditulis di weblog KITa Call Indonesia.
Baiklah menuju bahasan utama. Read the rest of this entry »
Filed under: Hikmah, Renungan
Kata Sahabat