Sebuah taujih yang hendaknya menjadi renungan agar kita bisa bermuhasabah dan menjadi lebih baik.
Ciri-cirinya dalam konteks kekinian,
- QS. An-Nahl: 36
فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ
“maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya” - Al-Mujadilah: 22
يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.”
Langkah yang diambil hizbusy-syaithon
- Mengeluarkan dari cahaya Allah dan nilai-nilai keimanan.
- Tazghin, membaguskan kemaksiatan.
- Taswis, membisikkan kejahatan dan meragukan
Ciri Hizbusy-syaithon,
- Lupa kepada Allah (Al-Mujadilah: 19)
- Mengekor hawa nafsu, ga mampu melawan hawa nafsu
- Menjauhi al-Quran
- Dikuasai syetan.
Kenapa kita harus tau mengenai Hizbusy-syaithon ini? Karena mereka ada di sekitar kita. Kedoknya bermacam-macam, selalu menghalangi dari jalan Allah. Dan karena sebagian besar Hizbusy-syaithon adalah orang-orang yang mengerti namun tak mampu mengendalikan hawa nafsu.
Filed under: Renungan




SocialVibe