KITa Call Indonesia

Seruan di Ufuk Fajar

Doa Rabithah

Katakanlah “Wahai Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki kepada siapa yang Engkau kejendaki tanpa hisab. (Ali Imran : 26-27)

Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang tengah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku.

Ya Allah, sesugguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati initelah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya. Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengn cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Allahumma Amin. Dan semoga shalawa serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad saw, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya..

Doa rabithah ini ada di akhir dzikr al-ma’tsurat dan biasanya dibaca jg ketika kita selesai berkumpul dengan kawan-kawan agar ikatan ukhuwwah diantara kita semoga semakin terikat kuat.

Doa rabithah semoa senantiasa kita curahkan kepada sahabat semua..

Semoga ukhuwwah ini akan berlangsung hingga nanti :)

Amin.

Filed under: Doa

One Response

  1. radiant mengatakan:

    assalamu’alaikum
    Setahu saya do’a Rabithah ini tidak pernah diriwayatkan dalam hadist Nabi SAW manapun.
    Berarti kalau mengikutinya dan merutinkan membacanya, merupakan sebuah amalan Bid’ah, ya??

    Terkait dg fungsinya yg mengikat hati, apa benar? jangan2 hanya obrolan dari mulut ke mulut sajakah?

    Lebih baik mengikuti yang pasti2 saja yang sudah ada di Hadist, aman dan sdh teruji, pula.
    Afwan,,
    Wassalamu’alaikum

Leave a Reply

Post calendar

Mei 2009
M S S R K J S
« Apr   Agu »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

SocialVibe


Dzikrullah

Asmaul Husna

KITa

kita-call-indonesia.gif

Daftar TC yuk…

daftar-tc.gif

Komunitas KITa

klik disini untuk gabung ke tahajud_call
Klik gambar untuk gabung ke milis TC

Gabung juga di forum KITa Call Indonesia dengan mengklik Forum