Minggu, 8 November, 2009 • 10:01:47
Hari ini, ahad 8 November 2009 ada beberapa agenda yang tengah berlangsung. Salah satunya di Bandung tepatnya di wilayah Bandung Tengah sedang diadakan pelatihan menulis bersama Pak Ersis Warmansyah Abbas yang sebelumnya juga pernah mengisi pelatihan serupa di MQFM Bandung bersama para pengurus pusat KITa Call Indonesia.
Ilmu memang bisa datang darimanapun. Hikmah pun adalah sesuatu yang hilang dari muslim yang hendaknya diambil kapanpun ditemukan. Begitulah ketika kita berbicara tentang pelatihan menulis bersama Pak EWA ini. Beliau sendiri lebih menyukai acara seperti ini bukanlah pelatihan menulis melainkan sharing menulis yang merupakan wujud dari Ersis Writing Theory alias EWT. Read the rest of this entry »
Filed under: Aktivitas, Hikmah, KITa Call, Kabar KITA, Karya KITA, Plus
Kamis, 26 Juni, 2008 • 18:58:58
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabat-sahabat, akhir bulan ini, tepatnya Ahad, tgl. 29 Juni 2008, jam 12.30, TC Bandung Raya akan mengadakan Silaturahim Akbar untuk pertama kalinya di Mesjid Raya Prop. Jabar, atau yang lebih kita kenal dengan Mesjid Agung Bandung. Pasti lokasinya sahabat-sahabat juga sudah tahu kan?.. ya, di depan Alun-Alun Bandung. Yang akan memberikan materi nanti insya allah Bpk. KH. Muhtar Holid, yang akan membahas sebuah tema “Laa Ilaha Ilallah Muhammadarusulullah”.
Bagi sahabat-sahabat yang belum mengenal TC Bandung Raya, saya jelaskan sedikit ya. TC Bandung Raya membawahi lima wilayah yang ada di Kodya dan Kab. Bandung dan Cimahi. Yang berada di dalamnya adalah TC Bandung Timur, Bandung Utara, Bandung Barat dan Cimahi, Bandung Selatan, serta Bandung Tengah. Saat ini yang diamanahi sebagai Koord. TC Bandung Raya adalah Bpk. Ayi, sekretarisnya T. Reni dari TC Bandung Utara, dan bendaharanya T. Yani dari TC Bandung Selatan. Rencananya mereka akan mengadakan kegiatan bersama pada setiap pekan kelima di setiap bulan yang mempunyai lima minggu.
Yuuk, jangan lewatkan kesempatan ini!! Selain untuk menimba ilmu pengetahuan, kita juga bisa bersilaturahim dengan sahabat-sahabat kita di sana. Kami tunggu yaa!!!
Wassalam
Filed under: Aktivitas
Senin, 7 Januari, 2008 • 09:12:53
Assalamu’alaykum wr wb..Sahabat
Alhamdulillah, hari Sabtu kemarin tanggal 05 Januari 2008 sampai Ahad, 06 Januari 2008 para koordinator wilayah, ketua kelompok, perwakilan gerbong, dan relawan lainnya telah menghadiri acara Rapat Kerja Tahajud Call Indonesia (Raker TCI) yang bertempat di Daarul Muthmainnah, lantai II kawasan Gegerkalong Girang. Rapat kerja ini membahas mengenai forum silaturahmi Tahajud Call Indonesia yang diberi nama Keluarga Insan Tahajud Call Indonesia disingkat KITa Call Indonesia. Dengan rencana lima agenda, yakni:
1. Pembahasan Draft AD/ART –> sosialisasi draft TA, setelah sebelumnya dibahas tim inti pada pra raker pada hari Selasa, 01 Januari 2008.
2. Penetapan dan pengesahan AD/ART
3. Penyusunan struktur organisasi
4. Distribusi amanah
5. Pembahasan dan penetapan job desk
Dengan agenda utama adalah untuk merapatkan langkah.
Berikut adalah susunan acara yang disesuaikan dengan berlangsungnya acara. Dalam susunan ini, utk Tahajud tidak dimasukkan ke dalam agenda karena pelaksanaan yang tidak semuanya sama pada satu waktu.
| Waktu (WIB) |
|
Agenda |
| 19.06 |
: |
Pembukaan Acara (Agus Al Muhajir), tilawah (Ayi Nugraha) |
| 19.13 |
: |
Pembukaan oleh panitia Raker, Edi Sunyoto |
| 1914 |
: |
Raker diserahkan pada pimpinan sidang, Anwar Abu Fairuz |
| 19.29 |
: |
Break sholat Isya |
| 20.04 |
: |
Persiapan makan malam |
| 20.10 |
: |
Makan malam |
| 20.36 |
: |
Rehat |
| 20.59 |
: |
Ta’aruf koordinator dan/atau perwakilan wilayah |
| 21.13 |
: |
Pembahasan AD–> dipimpin pimpinan sidang |
| 22.49 |
: |
Pengesahan AD |
| 22.53 |
: |
Persiapan pembahasan ART |
| 23.00 |
: |
Pembahasan ART |
| 23.39 |
: |
Pengesahan ART |
| 29.59 |
: |
Pembuatan struktur organigram |
| 00.42 |
: |
Ditetapkan Agus Al Muhajir sebagai Ketua KITa Call Indonesia, Abdul Chalim sebagai Sekretaris, dan Erry Damajanti sebagai Bendahara |
| 00.45 |
: |
Penutupan sidang |
| 01.00 |
: |
Istirahat |
| 05.15 |
: |
Penutupan Raker |
Adapun untuk susunan organisasi, Insya ALLAH akan disusun, dan apabila telah selesai, Insya ALLAH akan kami informasikan kembali melalui media-media kami.
Filed under: Aktivitas, Kabar KITA
Kamis, 3 Januari, 2008 • 16:19:32
Hari beranjak siang, usai acara MQ pagi, peserta pesantren keluarga diberi kesempatan untuk bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan olahraga. Di luar hujan, hal itu menyebabkan kegiatan ini diadakan indoor di Daarul Hajj, tidak seperti pesantren keluarga sebelumnya yang diadakan di alam terbuka, di depan lab komputer UPI. Kegiatan ini dimulai pada pukul 6.30 hingga menjelang pukul 7.30.
Kegiatan dilanjutkan dengan acara bebas, disini para peserta pesantren keluarga diberi kesempatan untuk beristirahat, MCK, sarapan pagi dan sebagainya, tergantung peserta (namanya juga acara bebas
). Pukul 8.30 peserta diminta telah berkumpul kembali di mesjid Daarut Tauhid guna mengikuti acara selanjutnya yakni tahsin yang ternyata Ustadznya semula diinformasikan akan datang terlambat, namun setelah pukul 9.30an ustadznya belum juga tiba. Panitia akhirnya mangadakan sharing antarpeserta pesantren keluarga. Banyak hikmah yang bisa diambil dalam even ini. Semoga ukhuwwah kita bisa semakin kuat. Amin.
Usai sharing ini, diteruskan pada kegiatan selanjutnya yakni tak show bersama Ust. Dedeh Saudah, seorang ibu yang –dengan izin ALLAH berhasil mendidik anak-anaknya padahal beliau adalah single parent. Talk show juga ditemani oleh Ust. Nashirul Haqq dan dimoderatori oleh Kang Sigit Kurnia, penyiar MQ FM. Dalam talk show yang berlangsung hingga Zhuhr ini mengusung tema “Menanamkan dan Menjaga Aqidah Anak-anak dan Keluarga”. Sebagai bahasan pembuka adalah sharing Bu Dedeh mengenai pendidikan aqidah yang diterapkan sang suami kepada dirinya dan anak-anaknya. Namun, ketika anak-anak beliau masih kecil, sang suami dijemput oleh ALLAH. Dari sini, beliau tetap belajar mengenai ilmu agama terutama kepada mertua beliau, yang kemudian diterapkan kepada anak-anaknya. Dalam proses pembelajaran ini, baik Bu Dedeh maupun anak-anaknya jadi sama-sama belajar. Meski single parent, Bu Dedeh tidak mau menerima bantuan dari orang lain karena kasihan. Ia juga tidak ingin anak-anaknya merasa yatim yang lemah dan perlu mendapat belas kasihan dari orang lain. Beliau berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah. Namun, beliau berhasil menerapkan pendidikan mandiri kepada anak-anaknya. Mereka sukses menjadi “orang” sekaligus menjadi da’i. meski mereka beraktifitas di lingkungan yang bisa dibilang asing terhadap dakwah itu sendiri. Namun, kesan berakhir diukir, mereka menorah tinta emas perjuangan dakwah. Banyak orang berdecak kagum. Merekalah sufi modern
Filed under: Aktivitas
Kata Sahabat