CATATAN KECIL DARI SILATURAHMI KEAKHWATAN


AHAD, 24 JUNI 2007

Bismillahirrahmanirrahim. 

“ Jarak antara Venus dan Mars” merupakan pokok bahasan yang diketengahkan oleh Panitia Silaturahmi Keakhwatan TC di Uninus, Ahad, 24 Juni 2007, dari jam 8.00 sampai jam 12.00 siang. Sebuah judul yang cukup unik dan menimbulkan keingintahuan bagi banyak orang. Mungkin bagi sahabat-sahabat juga demikian? 

“Venus” adalah perumpamaan untuk wanita, dan “Mars” merupakan perumpamaan untuk laki-laki. Jadi judul di atas mempunyai arti sebagai “Jarak antara Wanita dan Laki-Laki”. 

Sebelum masuk pada pembahasan materi di atas, pada jam 8:30 WIB terlebih dahulu diadakan program belajar tahsin yang dipimpin oleh teh Nina dan teh Imas. Peserta yang berjumlah 32 orang itu dengan tekun menyimak dan berusaha melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur`an dengan benar. 

30 menit kemudian pelajaran tahsin berakhir dan masuk pada pokok bahasan utama yaitu talkshow dengan pemateri Umi Syauqi dan teh Ade dari Muslimah Center DT. Yang bertindak sebagai moderator kali ini adalah teh Nina. 

Umi Syauqi pada pembicaraannya mengemukakan bahwa sudah menjadi fitrah manusia bahwa laki-laki dan perempuan hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Namun dalam pergaulannya ada norma-norma yang harus dijaga. Beberapa hal di antaranya adalah menutup aurat, menjaga pandangan, tidak berbicara dengan suara mendayu-dayu dan manja, tidak berikhtilat (berbaurnya antara laki-laki dan perempuan dalam satu tempat dan kondisi, tapi masing-masing tidak menjaga jarak aman, pandangan dan hati), menjauhi berjabat tangan dengan lawan jenis,  dan berbicara dengan jelas, tidak melantur ke sana kemari.

Teh Ade mengingatkan kepada perempuan yang beraktivitas di luar rumah, baik yang bekerja maupun yang aktif di kampus maupun rohis untuk tidak terlena dengan longgarnya norma-norma kesusilaan dewasa ini. Banyak hal-hal yang tidak disadari dapat menyeret kita ke arah yang tidak diinginkan. Beliau juga menambahkan untuk tidak bertabaruj. Menurut beliau, bertabaruj atau bersolek itu bukan hanya bersolek wajah saja, tetapi kita juga harus berhati-hati dengan penggunaan bahasa dalam SMS, karena hal itu bisa  dikategorikan ke dalam bertabaruj juga. 

Pada sesi tanya jawab, terlihat antusiasme peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada pembicara. Salah seorang diantaranya menanyakan juga tentang pengalaman para pemateri dalam menjalani proses taaruf sampai ke jenjang pernikahan dan  berumahtangga. 

Banyak sekali pelajaran yang penulis dapatkan dari acara ini, dan melahirkan sebuah perenungan yang dalam di hati untuk menginstrospeksi apa yang telah dilakukan selama ini dan menumbuhkan sebuah tekad untuk memperbaiki diri. Semoga peserta yang lain pun merasakan hal yang sama. Amin. 

Acara berakhir pada jam 11.45, dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjamaah. 

Penulis ucapkan terima kasih kepada semua panitia yang diketuai oleh teh Nina, dan teh Lia sebagai ketua pelaksana kegiatan di hari tersebut. Tetap luruskan niat kita untuk melakukan semua ini semata-mata hanya untuk mencari keridhaan Allah. Dan tetap Semangat!! Amin.

 Rydam. (260607)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: