KERINGKAH AIR MATA INI???


Saudaraku…yang dengan indahnya ISLAM engkau Allah muliakan,
Airmata adalah wujud ekspresi yang mempertemukan kesedihan dan kebahagiaan.
Dengan air mata pula Allah melunakkan setiap qalbu hamba-hambaNya…

Kesedihan…ketika kita meratapi segala masa lalu kita yang kelam
Kebahagiaan…ketika Allah karuniakan kita hidayah

Namun…
Seiring dengan berjalannya waktu…
Terkadang air mata ini seolah mengering..

Tak ada lagi rintihan akan ratapan masa lalu yang dengannya Allah karuniakan kita
untuk bertaubat
Tak ada lagi kecemasan yang akan hari akhir yang Allah janjikan kedatangannya

Terkadang…kita tertipu dengan amal shaleh yang telah kita lakukan..
Seolah… sudah menjadi suatu kepastian bahwa surga telah ada dalam genggaman

Padahal..Saudaraku..
Dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan…
Sudah pasti tercatat dalam catatan masa lalu kita yang kelam

Namun,
Segala amal shaleh yang kita lakukan
Belum tentu Allah terima…

Itulah yang akan memupuskan ketertipuan kita
Agar kita Allah selamatkan dari sifat ghurur

Karena amal shaleh yang kita lakukan belum tentu Allah terima,
Oleh karena itulah…disana ada harapan kepada Allah
Disana ada tangisan untuk memohon dengan segenap diri agar Allah menerima setiap amal ibadah kita

Karena dosa dan kemaksiatan sudah pasti tercatat
Oleh karena itulah…disana ada rintihan seorang hamba
Yang terus memohon agar Allah mengampuni segala dosa-dosanya…

Saudaraku….
Indahnya hidup ini hanya akan terasa saat kita selalu bergantung kepada Allah
Selalu merasakan Allah dalam setiap langkah dan tarikan nafas kita…
Selalu merasakan kasih sayang Nya dalam setiap episode kehidupan kita…
Di sanalah air mata ini akan kembali mengalir…
Membasahi setiap malam-malam kita..
Membasahi setiap pertemuan kita di penghujung malam

Saudaraku…
Menangislah dalam gelapnya malam dimana saat itu hanya ada engkau dan Dia…
Ungkapkanlah semua masalahmu pada Nya…
Karena Dia lah yang memiliki semua jalan keluar dari setiap masalahmu

Saudaraku…
Menangislah bila malam tadi engkau terlewat dari menangis kepada Nya…
Bila rasa kantuk menahanmu untuk bangkit dan bermunajat
Karena sungguh..
Boleh jadi diri ini dinilai begitu hina sehingga tidak Allah berikan kesempatan untuk bersua dengannya…

Karena boleh jadi dosa-dosa kita di waktu siang yang menjadi penghalang kita mendapat kesempatan bermunajat kepada Nya…

Ya Allah…
Andaikata Engkau dapati hati ini begitu kotor sehingga keringlah air mata ini, bersihkanlah ia…
Sehingga diri ini dapat merasakan kembali indahnya bermunajat kepada Mu

Ya Allah..
Andaikata Engkau dapati hati ini dalam keadaan mati dan membusuk
Maka gantikanlah ia dengan hati yang baru…yang dengannya kami memulai kehidupan yang baru…

Dalam keagungan Mu kuharapkan kasih sayang Mu…

Kesunyian kerajaan malam
Tobat-UBA-Cmh

    • noviaaa
    • Juli 31st, 2007

    Assalaamualaikum WrWb.

    Subhannallah, walhamdulillah, astagfirulloh..
    terima kasih sudah mengingatkan kembali tentang “kehidupan malam” saya yang masih harus diperbaiki…

    semoga kita semua menjadi orang-orang yang ikhlas, rendah hati, selalu sabar dan istiqomah.. aamiiin..

  1. Subhannallah….Saya sangat terketuk hatinya membaca semua ini, bahkan mungkin semua umat muslimpun akan merasakan hal yang sama sperti saya…Semoga para pembaca semua dapat merenungi semua ini…dan selalu dalam lindungan Tuhan Y.M.E…Amien!!

  2. Subhannallah, walhamdulillah, astagfirulloh..
    Instropeksi diri yang dalam dan perlu dsadari juga dengan mengendarai “Penerbangan Gratis” nantinya.

    • azkiya
    • Agustus 1st, 2007

    sebuah perenungan yang sering kali kita sadari, namun kita lalai untuk mencari penyebabnya. Sebuah kesedihan yang mungkin kita rasa saat air mata ini seolah tak mau bersujud kepada Tuhannya, padahal ia sangat ingin menemui Tuhannya, namun kita lalai mengetuk sang hati untuk mempertemukan air mata ini dengan sang Pencipta.
    Terkadang kita sadar, dan bertekad untuk memperbaiki semua, namun kita lebih sering lalai dalam memperbaiki hati.
    Air mata ini seolah mengering, namun ingatlah sabda Rosululloh saw, yang redaksi akhirnya mengatakan “Dan jika air matamu tak jatuh, maka menangislah karenanya.”
    Ya, karena saat bermunajat kita dianjurkan untuk menangis, atau bahkan berpura-pura menangis, berpura-pura menangis dalam munajat adalah suatu kebolehan. Namun saat berpura-pura pun kita tak mampu, maka itulah yang pantas kita tangisi, karena ternyata untuk berpura-pura seolah akan menangis saja kita tak bisa, mana mungkin murka Allah akan hilang dengan air mata?

  3. Saya jadi ingat sebuah kejadian pada suatu saat di masjid al Azhar jakarta. Ketika itu mengikuti MMQ ( majlis manajemen Qolbu ), semua orang menangis pada saat muhasabahdan hanya saya sepertinya yang tidak menangis.

    Seusai acara itu, saat orang lain mulai meninggalkan mesjid, saya terdiam,merenung dan bertanya kenapa saya tidak menangis ? saya takut hati saya sudah mati….dan mengingat itu akhirnya air mata tak terbendung mengalir deras, bahkan lebih deras dari biasanya. Saya menangis dan memohon kepada Allah agar Allah menghidupkan hati saya kembali. Melembutkan hati saya dan memberikan saya kesempatan untuk terus merasakan nikmatnya hidayah.

    Sahabatku …mari kita terus jaga hati kita untuk tetap hidup dan lembut, hingga hati kita terus menangis menyesali kesalahan diri dan terbang dengan rasa takut dan harap Menuju Allah yang menggenggam jiwa kita.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: