SILATURAHMI TC WIL.BANDUNG BARAT


Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagi Sahabat-sahabat di wilayah Cimahi dan sekitarnya,  koordinator Bandung Barat mengundang kita untuk hadir di silaturahmi yang diselenggarakan pada:

Hari / tanggal           :   Sabtu, 18 Agustus 2007

Jam                            :  12:30 s.d. selesai

Tempat                     :  Mesjid Riyadus Syifa RS. Cibabat Cimahi

                                      Jln. Cibabat Cimahi

Materi                      :   Persiapan Menghadapi Ramadhan

Pemateri                  :   Ust. taufik Nuryana Lc.

Wassalam

    • adi cahya
    • Agustus 17th, 2007

    SEANDAINYA RASULULLAH KE RUMAH KITA

    Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah
    tiba-tiba muncul
    mengetuk pintu rumah kita…….. Beliau datang dengan

    tersenyum dan
    muka bersih di muka pintu rumah kita,
    Apa yang akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat

    berbahagia,
    memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan
    beliau masuk ke ruang
    tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan
    sangat agar
    Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah
    kita.
    Beliau tentu tersenyum……..

    Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW
    menunggu sebentar di
    depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+
    yang ada di ruang
    tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video
    tersebut ke dalam.
    Beliau tentu tetap tersenyum……..

    Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita
    setengah telanjang
    yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita
    terpaksa juga
    memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.
    Barangkali kita akan
    memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang

    samping dan kita
    meletakkannya di ruang tamu.
    Beliau tentu tersenyum…….

    Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia
    menginap di rumah kita
    ? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal

    lagu-lagu barat
    daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW.
    Barangkali kita
    menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui
    sedikitpun sejarah
    Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari
    anak-anak kita.
    Beliau tentu tersenyum……..

    Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak
    mengetahui satupun
    nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal
    di luar kepala
    mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja.
    Barangkali kita
    terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang

    Shalat. Barangkali
    kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak
    memiliki koleksi pakaian
    yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.
    Beliau tentu tersenyum……..

    Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.
    Belum lagi
    koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi
    koleksi karaoke kita dan
    anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua
    koleksi tersebut
    demi menghormati junjungan kita ?Barangkali kita
    menjadi malu diketahui
    junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid
    meskipun azan berbunyi.
    Beliau tentu tersenyum……..

    Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib
    keluarga kita
    malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu
    karena kita
    menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari
    kesenangan duniawi.
    Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita
    tidak pernah menjalankan
    sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena
    keluarga kita sangat
    jarang membaca Al Qur’an. Barangkali kita menjadi malu

    bahwa kita tidak
    mengenal tetangga-tetangga kita.
    Beliau tentu tersenyum…….

    Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW
    menanyakan kepada kita
    siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di
    depan rumah kita.
    Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW
    bertanya tentang nama
    dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
    Betapa senyum beliau masih ada di situ……..

    Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di
    depan rumah
    kita……
    Apa yang akan kita lakukan ? Masihkah kita memeluk
    junjungan kita dan
    mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita
    ?
    Ataukah
    akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau
    berkunjung ke rumah
    karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan
    malu.

    Maafkan kami ya Rasulullah………
    Masihkah beliau tersenyum ?
    Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir……..
    Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata

    Rasulullah

  1. Assalamu’alaikum,wr.wb.
    Sungguh mulianya sifat Rasulullah SAW,nabi Qt.Diri yg hina dan nista ini begitu lemah u/bisa mengikuti setiap gerak langkahnya,hanya hadist & sunnah yg dapat aku amalkan itupun belum seberapa,Al quran yg Beliau titipkan padaku pun jarang aku perhatikan,namun dengan segala kemampuanku aku tetap merangkak mengiktui setiap gerak langkahmu wahai Rasulullah.hingga kelak aku bisa melihatmu tersenyum didepanku,tersenyum …tersenyum & tentu masih tersenyum 🙂

    terima kasih u/K’Adi Cahya banyak hikmah yg bisa diambil dari kisah ” Seandainya Rasulullah kerumah kita”semoga menjadi jalan kebaikan u/Qt semua 😉

    wassalamu’alaikum.wr.wb

  2. Ass. Wr. Wb.
    Terima kasih kang Adi tulisannya membuat saya merenung dalam. Betapa inginnya saya bertemu dengan Rasulullah dan melihat Beliau tersenyum bahagia… (Ya Allah, kabulkanlah doa hamba! Amin).

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: