Nilai Sebuah Kondisi


Dalam sebuah perjalanan di tengah padang pasir,
seorang pengembara membawa banyak emasnya
dan sedikit bekal makanan di kantongnya. Ia mau
berdagang di sebuah tempat yang sedang ia tuju.
Di tengah perjalanan, ia kehabisan bekal makanan
Yang tersisa darinya hanya harta yang ia bawa
Sayangnya, hartanya itu tidak bisa memenuhi rasa
lapar dan hausnya. Ia mencari oase namun tak
kunjung terlihat. Akhirnya, seorang pengembara
lain terlihat datang ke arahnya. Ia membawa bekal.
Tapi hanya cukup untuk satu orang. Mereka
bersedia saling menukar seluruh bawaannya.
Pengembara yang kehausan akhirnya mendapat
seteguk air minum yang ia inginkan.

Kawan,,harga seteguk air di saat kondisi demikian
ternyata harus dibayar dengan seluruh harta yang
dimilikinya. Harga emas dengan jumlah yang
banyak itu ternyata bisa jatuh saat kondisi menuntut
adanya air dan bukan emas

Mari kita merenung sejenak. Di hari akhir nanti,
yang kita butuhkan adalah amal. Mungkin nilai
sebuah amalan di dunia ini tidak memiliki harga di
hadapan manusia. Tapi kondisinya akan berubah.
Saat itu, kita pasti akan membutuhkan amal.
Kita rela menukar apa yang kita punya agar kita
bisa lepas dari kekurangan bekal amal yang
kita bawa.

Wallahu a’lam.
Ihsan jundulloh

    • Esa
    • Agustus 20th, 2007

    benar,subhanalloh…nilai sebuah kondisi memang akan selalu berbeda pada kebutuhan berbeda.Syukron jiddan,akhi…
    btw, sa baru buka blog ini lagi,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: