Agenda Profesional Muslim di Era Cyber


eramuslim – Tatkala negeri Islam dalam keadan terbelakang, penuh konflik dan mengalami ketergantungan terhadap Barat, kalangan Muslim profesional adalah sebuah kakuatan ummah. Sebagai sebuah kekuatan ummah, kalangan Muslim profesional mempunyai kemampuan untuk menjadi agen perubahan. Perkembangan era cyber bahkan menyediakan celah untuk meningkatkan kemampuan ini, mengarahkan dan mendayagunakannya untuk menggerakkan perubahan menuju cita-cita gerakan Islam yaitu tumbuh, berkembang dan tegaknya khairu ummah.

Kekuatan utama dari kalangan Muslim profesional yang dapat didayagunakan adalah penguasaannya atas bidang-bidang keahlian. Bidang keahlian ini beraneka ragam dari teknologi antariksa hingga teknologi pertanian, dari teknologi informasi hingga teknologi permesinan, dan dari teknologi konstruksi hingga teknologi kimia. Dengan keahlian yang dimilikinya kalangan Muslim profesional dapat terlibat mencerdaskan ummah, mengembangkan solusi tepat guna untuk ummah ataupun mendukung aksi pengembangan ummah yang dikembangkan LSM ataupun pemerintah.

Tantangannya adalah kalangan Muslim profesional perlu mengembangkan agenda perubahan di dalam diri, keluarga dan lingkungannya sebelum dapat berperan sebagai agen perubahan. Kalangan Muslim profesional perlu berjuang untuk menyelamatkan diri dari bahaya eksploitasi sumber daya manusia, polusi budaya dan erosi ruhiyah.

Di antara indikator dari eksploitasi sumber daya manusia adalah kesibukan, dan kelelahan dalam kehidupan yang tidak mempunyai tujuan bagi pengembangan ummah. Adalah lumrah diantara kalangan Muslim profesional untuk mengalami kesulitan menyediakan waktu, tenaga, emosi dan pemikiran bagi berinteraksi dan berkolaborasi dalam aktivitas tarbiyah, dakwah dan amal Islami pada umumnya.

Di antara indikator polusi budaya adalah penerimaan pemikiran dan budaya Barat dalam berbagai bidang kehidupan seperti ketidakpedulian terhadap bahaya riba dalam ekonomi dan bisnis, berkembangnya pacaran dalam hubungan dengan lawan jenis, dan layunya hubungan emosional dan intelektual antara ummah dan pemimpin dalam masyarakat Islam.

Di antara indikator erosi ruhiyah adalah melemahnya emosi dan interaksi terhadap Al Qur’an, sangat beratnya menegakkan Qiyamul Lail dan keringnya hati dalam empati terhadap permasalahan dunia Islam.

Ancaman terhadap kalangan Muslim profesional di atas juga semakin menguat di era cyber. Penguatan ancaman ini merupakan dampak dari tertembusnya batas-batas geografi, terbangunnya sebuah peradaban cyber yang global, dan berkembangnya komunikasi, interaksi dan kolaborasi lintas kepentingan, lintas masyarakat, dan lintas budaya.

Untuk dapat menyelamatkan diri dari ancaman ini, kalangan profesional Muslim perlu mengembangkan suatu agenda. Agenda muslim profesional perlu mencakup suatu perubahan yang mendasar, menyeluruh dan berkelanjutan. Agenda ini perlu dimulai dari pribadi, keluarga dan dikembangkan untuk berpengaruh dalam lingkungan sosial.

Pertama, mengembangkan emosi, visi, dan aspirasi sebagai Muslim. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu membersihkan hati, menyegarkannya dengan kesejukan, kejernihan dan ketenangan iman, dan menyuburkan emosi sebagai Muslim. Emosi sebagai Muslim yang perlu disuburkan adalah cinta kepada Allah, Rasul dan jihad. Dengan emosi sebagai Muslim, pribadi-pribadi Muslim mengembangkan visi kehidupan Islami dalam kehidupan pribadi, keluarga, perusahaan, organisasi maupun masyarakat. Dengan visi ini, pribadi-pribadi Muslim bangun, berdiri dan bergerak dengan suatu aspirasi yaitu tercapainya keadaan yang lebih baik bagi dakwah, dan ummah.

Kedua, memahami fikrah Islamiyah, membangun syakhsyiyah Islamiyah dan mengembangkan akhlaq Islamiyah. Pribadi-pribadi profesional Muslim perlu mempunyai pemahaman yang mendalam tentang makna syahadatain, tentang Al Qur’an, tentang rukun iman dan rukun Islam. Selanjutnya, pengetahuan ini perlu dijalankan, diterapkan dan ditegakkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbangun kepribadian Islami. Dari pribadi Islamilah diharapkan mekarnya akhlaq Islami, seperti bunga-bunga di taman yang menebarkan wangi.

Ketiga, mengumpulkan informasi intelijens sosial kemasyarakatan. Pribadi-pribadi Muslim dituntut mengumpulkan informasi intelijens untuk memahami dinamika perkembangan ummah, mencakup keadaan, maupun perubahan yang sedang berlangsung, baik yang baik maupun yang buruk. Informasi intelijens juga dibutuhkan untuk memantau perkembangan dunia baik perkembangan yang mendukung pengembangan ummah maupun yang mengancam keberlangsungan ummah. Lebih lanjut, dan yang sangat strategis, pribadi-pribadi Muslim profesional perlu mengumpulkan informasi intelijens untuk mengetahui perkembangan tarbiyah, dakwah dan jihad yang berkembang di negeri Islam. Berbekal informasi intelijens akan berbagai perkembangan dari ummah, dunia maupun gerakan Islam ini, kalangan Muslim profesional bisa mengembangkan kapasitas, keterlibatan dan aksi yang tepat.

Keempat, memahami visi, misi dan nilai dari gerakan Islam dalam kehidupan tarbiyah, dakwah dan jihad. Dengan pemahaman ini, pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih segar, hidup, bersemangat, berdiri, terlibat, bergerak, berjuang, tegar, berkarya dan bekerjasama. Dengan pemahaman ini, pribadi-pribadi Muslim profesional dapat lebih terarah menuju terbangunnya khairu ummah. Dengan pemahaman ini pribadi-pribadi Muslim profesional dapat bergerak dengan panduan nilai-nilai Islam di jalan Islam dan demi ridha Ilahi.

Kelima, membangun competency, creativity dan endurance. Pribadi-pribadi Muslim profesional perlu membangun competency dalam bidang keahlian masing-masing, menggunakan berbagai media pembelajaran yang tersedia. Ini adalah kekuatan inti dari kalangan Muslim profesional yang bisa disumbangkan untuk pengembangan ummah. Selanjutnya pribadi-pribadi Muslim profesional diharapkan mengembangkan creativity bagi pengembangan idea, produk atapun layanan untuk memecahkan masalah ummah. Dan untuk berjalannya proses perubahan yang berkelanjutan, pribadi-pribadi Muslim profesional dituntut membangun endurance, ialah kesabaran untuk terus terlibat, bergerak dan mendukung pengembangan ummah.

Keenam, membina keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Keluarga mempunyai peran strategis, bagi pribadi-pribadi Muslim profesional sendiri, bagi berkembangnya ummah maupun bagi tertegakknya Islam sebagai jalan hidup. Bagi pribadi-pribadi Muslim keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah dapat mengawalnya, mendukungnya dan mendorongnya agar senantiasa menjadi pribadi Muslim yang bergerak. Bagi ummah, keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah kelompok terdiri suami, istri dan anak-anak yang berkarya bersama dan sinergis untuk ummah. Bagi Islam sebagai jalan hidup, keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah adalah sebuah qudwah, atau tauladan bagaimana Islam ditegakkan dalam kehidupan.

Ketujuh, membina lingkungan, organisasi dan masyarakat. Pribadi-pribadi Muslim diharapkan secara proaktif membina lingkungan sosial seperti persahabatan, mailing list dan juga lingkungan kerja, agar sejalan dengan budaya Islam. Ini dapat terus diperluas ke organisasi dimana pribadi-pribadi Muslim menjadi anggota untuk mengembangkan aturan, kebijakan, aksi yang mendukung pengembangan ummah. Akhirnya masyarakat pada umumnya melalui media-media massa yang ada.

Demikianlah agenda yang dibutuhkan oleh kalangan Muslim profesional untuk bisa terlibat dalam pengembangan ummah. Agenda profesional Muslim adalah panjang, mendaki dan berliku, membutuhkan emosi, intelektual dan fisik yang tangguh untuk menjalani, menyusuri dan menegakkannya. Dengan menjalani, menyusuri dan menegakkannya dengan kesabaran, ummah dapat berharap bahwa kalangan Muslim profesional akan membawa perubahan yang strategis bagi terbangunnya khairu ummah.

Eko Budhi Suprasetiawan

Muslim Information Technology Association

(ekobs@developerforce.net)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: