Review-Tahajud, Muhasabah, MQ Pagi


Dalam pesantren keluarga kali ini seperti kegiatan sebelumnya, dan kegiatan rutin Darut Tauhid, di sepertiga malam terakhir diadakan tahajud dan muhasabah. Meski para peserta pesantren keluarga baru terlelap di atas pukul 11 malam, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk bertemu Rabb mereka. Terbukti mereka terbangun di sepertiga malam terakhir dan bersemangat mengikuti qiyamul lail yang dipimpin oleh Ust. Menjelang shubuh, kegiatan diisi dengan tilawah masing-masing, dan beberapa melakukan kegiatan lain. Saat tiba waktu shubuh, diadakan shalat shubuh berjamaah, diimami oleh. Disambung dengan mengikuti acara MQ pagi yang dimulai tepat pukul 5 pagi, sebagai narasumber adalah Ust. Dudung Abdul Ghani yang membahas mengenai “Bagaimana Mengelola Hidup”. Inti dari pengelolaan hidup yakni perencanaan, tindakan (action) dan evaluasi menjadi bahasan pembuka. Untuk itu dibutuhkan pondasi yang kuat berupa visi, misi, harapan hidup, keinginan hidup, menggali nilai-nilai hidup dan motto hidup. Hal-hal tersebut akan memudahkan arah langkah kita. Gali potensi diri dan keluarga, tentukan strategi dan program hidup kita, sehingga “kapal” rumah tangga ini semakin jelas akan diarahkan kemana. Pada dasarnya, menurut Ust. Dudung tidak ada yang namanya looser, yang ada adalah mereka yang salah mengelola hidupnya.

Jika dicermati, bahasan Ust. Dudung ini seolah mengamini materi yang disampaikan oleh Mas Andri Maadsa pada malam sebelumnya yang secara global membahas tentang “Self Motivation”.

Kembali pada bahasan Ust. Dudung, langkah berikutnya yang harus kita ambil adalah mengatur waktu, hal ini amat penting dalam pengelolaan hidup kita. Semua orang memiliki “pinjaman” waktu yang sama yakni 24 jam, dan “pinjaman” waktu itu harus “dikembalikan” kepada sang Pemberi Pinjaman.

Visi-menurut penjelasan Ust. Dudung merupakan suatu harapan, keinginan yang ingin diraih sesuai dengan tuntunan ALLAH SWT, karena visi yang tidak sesuai dengan syari’at tidak akan bertahan lama dan yang pasti tidak bernilai lebih di sisi ALLAH sebab pondasinya lemah yakni makhluk. Merupakan saran dari Ust. Dudung adalah menuliskan cita-cita anda agar selalu konsisten sekaligus sebagai reminder bagi kita. Meminjam istilah Andrea Hirata, hal ini merupakan upaya kita “mengikat makna”. Bila perlu, lanjut Ust. Dudung tulislah visi misi anda dalam secarik kertas lalu sertakan ia dalam setiap doa di akhir sholat kita. Jika cita-cita tak sejalan rencana, maka kembalikan keyakinan kita bahwa kita punya ALLAH yang Maha Berkehendak dan selalu memberi yang terbaik. Ia tahu apa yang dibutuhkan hamba-Nya. Ia memberikan apa yang dibutuhkan hamba-Nya bukan yang diinginkan hamba-Nya.

Sedangkan misi merupakan tindakan yang kita ambil berkaitan dengan visi yang kita buat itu. Anda mau apa dengan visi itu. Itulah inti misi menurut Ust. Dudung. Di akhir sesi, seperti biasa diadakan dialog interaktif dengan pendengar. Sebuah pertanyaan unik mengenai “Klo ALLAH berkehendak, untuk apa berencana”, dengan bijak Ust. Dudung menjawab, “Rencana itu adalah setengah dari kesuksesan, ketika anda gagal merencanakan, maka sama dengan merencanakan kegagalan. ALLAH juga melihat usaha hamba-Nya.” Mengutip kata-kata seorang sahabat, “Luruskan niat, maksimalkan ikhtiar, lalu biarkan ALLAH yang menyempurnakan dengan pertolongan-Nya”. Karena merencanakan adalah bagian dari ikhtiar. Ingat sebuah ayat dalam al-Quran tentang berkarya? Tercantum dalam al-Quran surah At-Taubah ayat 105 yang terjemahnya kurang lebih sebagai berikut,

“…Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Wallohu a’lam bish showwab.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: