Isra’ Mi’raj dan Kemerdekaan


Materi ini disampaikan oleh Ustadz Reza M Syarief dalam acara “Soft Launching Manajemen Nubuwwah” pada hari Sabtu, 14 Sya’ban 1429, 16 Agustus 2008. Sebuah bahasan yang sebenarnya “tidak disengaja”, tapi ALLAH mengatur segalanya begitu indah sehingga muncullah kesimpulan seperti judul tulisan ini.

Hmm, sekilas dulu deh tentang manajemen an-nubuwwah ini. Alhamdulillaah, ustadz Reza M. Syarief menyediakan waktunya untuk Tahajud Call setiap 2 pekan sekali untuk memberikan materi Manajemen Nubuwwah ini yang meliputi materi Shakhsiyyah annubuwwah, al-usroh annubuwwah, muamalah annubuwwah dan hayatunnubuwwah. Masing-masing materi secara kurikulum akan selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Info selengkapnya, insyaALLAH akan ditulis di weblog KITa Call Indonesia.

Baiklah menuju bahasan utama.Dalam taushiyahnya kali ini, Ust. Reza membedah firman ALLAH QS Al-Isra [17] ayat 1 yang bercerita mengenai Isra’ Mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW. Berikut kutipan ayatnya,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Glory be to Him Who made His servant to go on a night from the Sacred Mosque to the remote mosque of which We have blessed the precincts, so that We may show to him some of Our signs; surely He is the Hearing, the Seeing”

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

سُبْحَانَ -> mengekspresikan ketakjuban. Dalam ayat ini ALLAH menyebut سُبْحَانَ kepada dirinya sendiri. Hal ini berarti kejadian yang diceritakan setelah kata-kata ini adalah kejadian yang sangat menakjubkan.

أَسْرَىٰ-> Perjalanan Rasulullaah saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. أَسْرَىٰ juga diartikan sebagai perjalanan mengungkap rahasia.

بِعَبْدِهِ siapakah yang dimaksud ALLAH dengan panggilan بِعَبْدِهِ itu? Beliau adalah Rasulullaah saw. Lalu mengapa بِعَبْدِهِ bukannya menggunakan kata Rasul atau atau Nabi atau bahkan nama Rasulullah sendiri, مُحَمَّدٌ ? Hal ini rupa-rupanya karena Rasulullah sendiri lebih suka dipanggil ‘abduhu wa rasuluh, Hamba dan Utusan-Nya. Hal ini dipertegas dalam QS. Al-Kahfi [18] ayat 110

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.””

Jika ditelaah kembali, jabatan ‘abduhu ini ternyata memiliki tingkatan jabatan tertinggi? Kenapa? Karena tidak ada atasan setelah ALLAH. Jika Anda adalah presiden, maka masih ada DPR di atas Anda. Jika Anda DPR, masih ada rakyat di atas Anda. Lalu demikian seterusnya hingga jika Anda adalah bagian dunia, ada Sekjen PBB di atas Anda. Hanya jika Anda seorang ‘abdullaah lah Anda memiliki jabatan tertinggi di dunia karena Anda langsung di bawah penguasa alam. Downline langsung ALLAH.

Beranjak kepada kata berikutnya, ada kata لَيْلًا, kenapa لَيْلًا ? Kenapa harus malam? Kenapa ga pagi atau siang? Jawabannya diberikan ALLAH di QS. Al-Muzzammil [] ayat 1-7

1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari[1525], kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

Pernyataan paling utama ada di ayat 6-7. Bahwa karena malam itu lebih berkesan dan lebih menyentuh hati. Makanya Tahajud juga dilakukan di malam hari.

bersambung ke tulisan berikutnya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: