Ikhlas


Sedikit mengutip kata-kata ustadz Budi Prayitno mengenai ikhlas melalui lisan Kang Agus Al Muhajir. “Di seantero surat dalam al-Quran, hampir semua nama surat disinggung di dalam suratnya. Tapi ada satu surat yang namanya tidak ada sama sekali di dalam isi suratnya. Surat itu adalah surat Al-Ikhlas. Coba lihat surat ini, apakah ada kata ikhlas di dalam surahnya? Tidak ada sama sekali. Yang dibahas justru tentang Keesaan Allah.”

Itu juga pertanyaan yang ditanyakan adik-adik mentor saya, sampai-sampai keluar kata-kata “Ga nyararambung Teh.” unik. Sa ga pernah sama sekali mempertanyakan hal itu. Dan tau jawaban atas pertanyaan itu? Jawaban dari ustadz Budi dulu adalah “Karena Allah hendak memberitahu kita arti ikhlas yang sebenarnya. Menggantungkan hanya pada Allah.”

Ketika mendapat ilmu itu, kagum luar biasa yang sa rasakan. Lalu ketika membahas itu dalam mentoring kemaren, sa jadi membahas tafsir al-Ikhlas dengan dipandu Tafsir Fi Zhilalil Quran, semua semakin terasa jelas. Memang keluar dari kurikulum mentoring, tapi karena banyaknya pertanyaan itu pekan kemaren.. adik-adik mentor sa juga dengan senang hati menerima ketika sa bermaksud berbagi tentang tafsir al-Ikhlas ini.

Dalam tafsir al-Ikhlas, ada 5 manhaj kehidupan yang ditegakkan di atas tafsiran surah ini,

  1. Manhaj untuk beribadah kepada Allah saja, yang tidak ada hakikat bagi suatu wujud kecuali wujudNya, tidak ada hakikat bagi keefektifan sesuatu kecuali keefektifanNya dan tidak ada pengaruh bagi suatu kehendak kecuali kehendakNya.
  2. Manhaj untuk mengarah dan menuju kepada Allah saja di dalam berharap dan takut, kesenangan dan kesulitan, kebahagiaan dan kesulitan.
  3. Manhaj untuk menerima sesuatu dari Allah saja. Yakni menerima akidah, tashawwur “pandangan hidup”, tata nilai, norma-norma, syariat, undang-undang, peraturan, adab, dan tradisi.
  4. Manhaj untuk bergerak dan beramal karena Allah semata. Yaitu untuk mendekat kepada hakikat yang sebenarnya, dan untuk melepaskan diri dari tabir-tabir yang menghalangi dan noda-noda yang menyesatkan baik di dalam lubuk jiwa sendiri maupun pada segala sesuatu di sekitarnya. Diantara tabir itu adalah keterikatan pada keinginan dan rasa takut terhadap sesuatu di alam wujud ini.
  5. Sebagai manhaj yang menghubungkan hati manusia dengan segala yang m aujud berhubungan dengan cinta, kasih sayang, lembut, dan saling merespon. Dimana kebebasan dari keterikatan di manhaj sebelumnya tidak membuat kita lantas membenci sekitar, saling menjauhi dan saling menghindar. Karena semua berasal dari Allah..

Manhaj yang sungguh agung. Akan tetapi harus ditegaskan kembali bahwa “Kebebasan menurut Islam bukan berarti menjauhkan diri dan mengabaikan semua hal duniawi. Karena Islam tidak mengehendaki cara pertapa melainkan tetap tawazun (seimbang).” Bukankah kita dikirim Allah salah satu tugasnya adalah menjadi khalifah dimana khalifah identik dengan pemerintah, dengan alam, dengan sosial dan sebagainya.

Dari kelima manhaj tersebut, jelas sudah arti sebuah keikhlasan yang hendak diberitahukan Allah. Bahwa ikhlas itu pada dasarnya hanya ada Allah, Allah dan Allah saja. Dzat Yang Maha Esa, Yang Maha Berkehendak, Dzat yang Tiada Bandingannya..

Duh, malu sebenarnya ketika membahasnya.. Bagaimana tidak.. khawatir sa mengatakan mengatakan apa yang tidak sa lakukan. Bukankah jelas kemurkaan Allah yang besar bagi orang yang mengatakan apa yang tidak ia lakukan!? Tapi semoga sebliknya, rahmat dan petunjuk Allah senantiasa menaungi kita semua. Amin.

Mm.. Allah selalu punya cara yang unik untuk mengingatkan kita ya. Mungkin itu cara Allah mengingatkan sa tentang sebuah arti keikhlasan.

Jazakumullah untuk temen-temen yang sudah menjadi perantara Allah mengingatkan sa.

Alhamdulillah Allah mengirim hamba-hamba terbaikNya ke dalam kehidupan sa untuk bersama saling mengingatkan..

Barakallah fikum.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: