Archive for the ‘ Buletin Al-Fajr ’ Category

MENJADIKAN MUHARRAM SEBAGAI MOMENTUM PERUBAHAN


TIPS DAN TRIK

 

 

Alhamdulillah, sebentar lagi muharrram akan kita jelang. Mari jadikan awal muharram ini sebagai momentum perbaikan dan perubahan diri sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang, dengan:

  1. Mulailah dengan bertaubat atas dosa-dosa lalu.
  2. Lakukan refleksi diri. Berhenti sejenak untuk mengevaluasi apa yang telah dan akan kita lakukan.
  3. Gugah obsesi kita. Tetapkan tujuan hidup. Hidup seperti apa yang kita inginkan? Hal apa yang paling kita inginkan? Apa yang membuat kita merasa istimewa?
  4. Tata ulang langkah kita. Langkah apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan hidup tersebut?  
  5. Ubah pola pikir. Terkadang tak semua langkah yang kita ambil terlihat mungkin untuk dikerjakan. Jadilah orang yang optimis dengan mengatakan pada diri sendiri, ”Meskipun sulit, masalah ini mungkin dikerjakan.”
  6. Hasilkan gagasan baru dan cemerlang. Galilah inspirasi dari Al Qur’an. Makin sering kita berinteraksi dengan Al Qur’an, makin banyak hal yang baru yang bisa kita dapatkan dan mekin banyak solusi permasalahan yang kita temukan.
  7. Jaga komitmen. Komitmen yang terjaga akan menjadikan diri kita lebih konsisten dan fokus dalam meraih tujuan-tujuan hidup.
  8. Raih prestasi. Lecut diri dengan kegagalan yang diraih, bukankah kegagalan adalah sukses yang tertunda?
  9. Bersegeralah untuk mewujudkan tujuan-tujuan hidup kita. Saat tekad masih bulat, beban kita akan menjadi jauh lebih ringan.
  10. Tetap ikhlas dan bersyukurlah atas karunia yang telah diberikan Allah.

Semoga setiap perubahan kecil yang kita torehkan, bisa bergulir menjadi perubahan besar yang dapat merubah wajah umat Islam di masa datang. Amin.

Iklan

Hirah dan Perubahan Kita


the-hijrah.jpg

“Orang-orang yang beriman, berhijrah di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. At Taubah: 20)

 

Hijrah berasal dari kata hajara yang secara bahasa berarti berpindah tempat.  Al Qur’an memuat kata ini sebanyak 31 kali di dalam 6 ayat. Di dalam ke enam ayat tersebut, kata hajaruu (orang-orang yang berhijrah) digandengkan dengan kata aamanuu (orang-orang yang beriman) dan jahaduu (orang-orang yang berjihad). Di sini tampak jelas bahwa hijrah berkaitan erat dengan iman sehingga hijrah dapat dijadikan tolak ukur keimanan seseorang.

 

Jika ditinjau dari perjalanan Rasulullah SAW, perintah berhijrah turun di tahun 662 Masehi. Pada saat itu, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW beserta umat Islam lainnya untuk meninggalkan Makkah menuju Yastrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah Al Munawwarah.

 

Peristiwa hijrahnya Rasulullah tercatat sebagai sebuah titik balik dalam sejarah Islam. Hijrah, telah mengubah wajah umat Islam secara signifikan. Umat Islam yang awalnya berada dalam keadaan tertekan dan tertindas, mampu bangkit dan berubah menjadi umat yang kuat dan mulia. Kaum Muhajirin dan Anshar hidup berdampingan dalam ikatan persaudaraan yang kuat. Islam pun berkembang dengan sangat pesat, menyebar ke seluruh Jazirah Arab bahkan ke berbagai  tempat di dunia termasuk di jantung Eropa. Madinah tak lagi sekedar sebuah kota, tetapi sebuah negara dengan Rasulullah sebagai kepala negaranya. Sebuah negara yang disebut cendikiawan Barat, Robert N. Bellah sebagai negara yang terlalu modern untuk zamannya.

 

Bagaimana dengan sekarang? Bagaimana cara mengaplikasikan konsep hijrah dalam kehidupan kita?

 

Untuk lebih memotivasi kita dalam berhijrah, mari kita lihat terlebih dahulu ganjaran apa yang akan diterima oleh orang yang berhijrah karena Allah. Selain diberi kelimpahan serta tempat dan derajat yang tinggi di sisi Allah, orang-orang yang berhijrah akan:

  1. Diberi kelimpahan rezeki di dunia (An Nisa: 100 dan Al Anfal: 79)
  2. Dihapuskan kesalahan dan diampuni dosanya (Ali Imran: 95)
  3. Ditinggikan derajatnya oleh Allah (At Taubah: 20)
  4. Mendapatkan kemenangan yang besar (At Taubah: 20 dan 100)
  5. Tempat kembalinya adalah surga (At Taubah: 20 – 22)
  6. Mendapatkan ridho Allah (At Taubah: 100)

 

Terdapat banyak nilai dan hikmah berharga dari hijrah Rasulullah SAW yang tetap relevan apabila dikaitkan dengan kehidupan kita sekarang dan masa yang akan datang, terutama yang berkaitan dengan hijrah nafsiyah (individu). Kita dapat berhijrah dengan berusaha menjauhkan diri dari melakukan perbuatan yang menyimpang dan berusaha menjauhkan diri dari segala perbuatan kotor sehingga hati, jiwa, raga, dan perbuatan kita menjadi lebih suci. Kemudian berusaha untuk menghijrahkan keluarga, sahabat, kerabat, lingkungan, dan masyarakat yang ada di sekitarnya hingga terbentuk sebuah komunitas yang siap melakukan hijrah.

 

Sahabat, mari bertanya pada diri kita, siapkah kita untuk berhijrah?

 

Artikel utama Buletin TCI edisi 6

Disarikan dari berbagai sumber

Iklan