Archive for the ‘ Ibadah ’ Category

Lakukan Wudhu Lahir Bathin


Seorang salafush-shalih (orang shaleh zaman dulu), Isam bin Yusuf dikenal sangat wara’ (hati-hati) dan khusyu’ dalam shalatnya. Namun ia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyu’ dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik dalam beribadah.

Suatu hari, Isam menghadiri majelis seorang ‘abid bernama Hatim al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya Anda shalat?”. Hatim menjawab, “Jika masuk waktu shalat, aku berwudhu zhahir (lahir) dan batin.”

Isam bertanya, “Bagaimana wudhu zhahir dan batin itu?” Baca lebih lanjut

Berdoalah dengan Suara Lembut


Berdoa adalah kebutuhan kita. Jika kita tidak berdoa, justru kita dianggap sombong. Allah swt sangat senang jika hambaNya banyak berdoa dan Dia berjanji mengabulkannya. Berikut ini adalah kiat singkat agar doa kita dikabulkan (maqbul):

  1. Baca lebih lanjut

Kiat Agar Istiqamah [Bag 1]


Keutamaan Orang yang Bisa Terus Istiqomah

Yang dimaksud istiqomah adalah menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.[1] Inilah pengertian istiqomah yang disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali. Baca lebih lanjut

Ciri Orang Beriman


قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ {1} الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ {2} وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ {3} وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ {4} وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ {5} إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ {6} فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ {7} وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ {8} وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ {9} أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ {10} الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {11}

Membaca kembali firman Allah dalam al-Quran, kita akan menemukan kembali lautan ilmu petunjuk yang Allah turunkan untuk kita menjalani hidup. Kali ini kita membaca dan mengambil intisari dari QS. Al-Mu`minun [23]. Baca lebih lanjut

‘Ibadurrahman


Betapa lengkap al-quran memberikan petunjuk kepada kita. Salah satunya, Allah memberitakan sifat-sifat Hamba Allah, ‘Ibadurrahman dengan sangat indah dalam QS. Al-Furqan Ayat 63-77. Dan salah satu sifatnya adalah, hamba yang selalu mendirikan shalat malam. Baca lebih lanjut

Pengorbanan Sejati


“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil) : ‘Aku pasti membunuhmu!’. Berkata Habil : “sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa’.” (Qs. Al-Maa’idah [5] : 27)

Alhamdulillah, KITa sudah memasuki bulan Dzulhijah. Dzulhijah merupakan bulan yang sangat istimewa bagi kaum muslim setelah bulan Ramadhan. Pada tiap bulan Dzulhijah, ada tiga bentuk ibadah yang penting bagi umat Islam, yaitu ibadah haji, idul adha dan kurban. Baca lebih lanjut

Keutamaan Bulan Dzulhijjah


Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Dari Aisyah r.a Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: “Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih haiwan qurban. Sesungguhnya haiwan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.” (Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)